Postingan

Entrepreneurship

Materi oleh Achmad Ferdiansyah, ST. Resume oleh Ilham Azmy Ada yang menarik pada diskusi paska kampus perdana ini, karena pemateri yang hadir merupakan salah satu tokoh di kampus pahlawan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Tokoh itu ialah Achmad Ferdiansyah Pradana Putra, salah satu alumnus PPSDMS angkatan 4 regional IV Surabaya, beliau juga merupakan owner Sang Juara School, Hetric Lamp, dan lain sebagainya. Kehadiran beliau pada acara diskusi paska kampus kali ini, cukup mengundang decak kagum para peserta PPSDMS angkatan 6. Pada awal materi, beliau membuka dengan berbagai tipe/karakter mahasiswa, dari mulai mahasiswa yang akademisi (memiliki indeks prestasi cumlaude ), organisatoris, berjiwa entrepreneur , suka menulis,dan lain sebagainya. Di tengah penjelasana beliau yang cukup menarik, para peserta dibuat terkaget-kaget dengan statement Mas Ferdi bahwa mahasiswa yang memiliki indeks prestasi cumlaude itu sudah banyak, jadi sudah standar. Kemudian, beliau juga menjel...

Berkontribusi Saat Pulang Kampung

Hari Selasa malam, 14 Agustus 2012 itu aku menginjakkan kakiku kembali di kampung halaman Tasikmalaya setelah hampir setengah tahun merantau di Surabaya. Tak kulewatkan juga, momen kepulanganku kali ini aku lengkapi dengan membawa buah tangan bakpia telo dan jenang apel khas kota Malang yang aku beli di Surabaya. Bagiku, tak sempurna rasanya jika kepulanganku ke kampung halaman ini tidak membawa apapun dari kota perantauanku. Kebetulan, aku di rumah hanya tinggal dengan ibu, bibi, dan kakekku. Jadi pada saat momen kedatanganku malam itu, aku langsung  berinteraksi dan banyak bercerita dengan ibu, bibi dan kakekku. Akhirnya, setiap orang dari kami memulai curhatan masing-masing, mulai dari kondisiku di Surabaya hingga cerita kakek yang sekarang penyakitnya lumayan semakin parah.  Suasana semakin mencair ketika datang seorang anak kecil yang biasanya dulu sebelum aku merantau, sering ku asuh di rumah. Ya, dia adalah anak saudaraku yang kebetulan rumahnta tak begitu jauh dari...

Kajian Biografi M. Natsir

M. Natsir adalah tokoh pergerakan yang sangat berpengaruh dalam dialektika bangsa ini, namun ia tidak banyak diketahui oleh banyak orang. Natsir kecil dilahirkan pada 17 Juli 1908, ia sendiri asli minang, dengan background keluarga pribumi yang lumayan mapan. Keluarganya bekerja di pemerintahan pada masa itu. Namun begitu, walaupun ia berasal dari keluarga yang bekerja di pemerintahan, tidak serta-merta menjadikan dirinya sebagai sosok yang pragmatis. Justru Natsir lebih fundamentalis, dan selalu berpikir jauh tentang banyak hal. Yang unik dari Natsir ini, semenjak kecil ia selalu menanamkan keislamannya secara berani, sehingga ia mendapatkan julukan Young Islamic. Banyak hal dari sosok Natsir ini yang menginspirasi jutaan mahasiswa terutama di seluruh Indonesia. Dalam pemikirannya, menjadi mahasiswa harus menjadi sosok yang fundamentalis dan proporsional. Malulah mahasiswa jika ia berangkat ke kampus hanya untuk kuliah saja, tanpa pernah memikirkan kapasitas dan jati dirinya seb...

Membina Tali Ukhuwah

”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban) Seperti dikutip dari hadit tersebut, bahwa iman itu sangat fluktuatif. Ia kadang naik, kadang juga turun. Oleh karena itu, masing-masing dari kita harus senantiasa menjaga iman ini agar tetap berada pada level yang tinggi Kaitannya dengan ukhuwah, bahwasanya ukhuwah itu dibangun atas dasar iman. Bahkan, pertalian darah pun sanggup dikalahkan dengan kuatnya persatuan keimanan. Seperti di PPSDMS ini, kita semua berkumpul atas dasar keimanan dan kecintaan kita kepada Allah swt. Kita ada di PPSDMS ini untuk senantiasa taat kepadanya. Namun begitu, ukhuwah perlu dibangun dan ditumbuhkan secara bertahap. Ada beberapa tahapan dalam mencapai ukhuwah, yaitu: 1.     Ta’aruf (perkenalan) à disini kita mencari informasi sebanyak mungkin tentang saudara kita, entah itu latar belakang keluarganya, asal daerahnya,dan lain sebagainya. 2.     Tafahu...

Pendidikan Mental Anti-Nyontek

Musim ujian sudah tiba di berbagai sekolah dan kampus di seluruh Indonesia. Menilik tentang fenomena ujian ini, memang pikiran kita pasti akan selalu mengarah kepada salah satu masalah klasik yaitu menyontek (mbacem). Masalah ini sudah semakin umum di kalangan masyarakat, terutama para pelajar dan mahasiswa. Ironisnya, mereka menganggap itu semua adalah tindakan yang biasa, dan tanpa pernah sedikitpun merasa bersalah atas tindakan mereka tersebut. Padahal, perbuatan menyontek merupakan salah satu benih utama dari korupsi. Saat ini, pemerintah memang melakukan investigasi dengan program pendidikan karakter sebagai salah satu terobosan terhadap pelajar dan mahasiswa agar dapat berbuat jujur ketika ujian. Namun pada kenyataannya, keberhasilan program tersebut jauh dari harapan. Jika melihat fenomena masalah menyontek tadi, sebenarnya ada suatu hal yang seharusnya perlu dibenahi dari kondisi pelajar dan mahasiswa sekarang ini, yakni masalah mental. Jika ditelisik, budaya menyontek sebena...

Menyambangi Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Gambar
Kegiatan spesial, mungkin itu kata yang tepat untuk bisa menggambarkan kegiatan yang saya lakukan bersama rekan-rekan pada 27 September 2010. Ya, sebagai mahasiswa baru ITS yang kebetulan mengambil mata kuliah Agama Islam pada semester 1, saya dan rekan-rekan diwajibkan untuk mengikuti mentoring (sebuah kegiatan pembimbingan keislaman yang terdiri dari 1 orang Mentor dan 7-10 Mente ). Biasanya, kami melaksanakan mentoring di kampus perjuangan ITS, atau lebih tepatnya di Masjid Manarul Ilmi ITS. Namun, pada hari Rabu 27 September 2010 ada hal yang berbeda. Saya dan rekan-rekan (with Mentor ) berencana untuk menyambangi Masjid terbesar di Jawa Timur, yakni Masjid Al Akbar Surabaya. Akhirnya, kami sepakat untuk berkumpul dulu di Masjid Manarul Ilmi ITS pada pukul. 15.00 WITS (waktu ITS, red). Kami pun memulai rihlah menuju Masjid Al Akbar Surabaya. Perjalanan yang ditempuh lumayan lama (sekitar 20-25 menit) melewati kawasan Ahmad Yani yang notabene merupakan titik simpul kemacetan di S...

Mahasiswa IDEAL: Disiplin, Solutif, Prestatif, dan Komunikatif

Gambar
Mahasiswa sebagai agen peradaban mempunyai peran penting dalam menentukan nasib peradaban bangsa ini ke depan. Bagaimana tidak, karena sejatinya seorang mahasiswa harus bisa menjadi agent of change (agen perubahan) dari keadaan bangsa saat ini menuju masa depan bangsa yang lebih baik. Terlebih dari itu, jutaan rakyat Indonesia telah menganugerahi kata “Maha” kepada para siswa yang menempuh studi di perguruan tinggi. Hal ini tentu sebuah penghargaan yang tinggi dari masyarakat bangsa ini, namun sesungguhnya dibalik itu semua tersimpan tanggung jawab yang besar di pundak para mahasiswa tentunya. Selain itu pula, mahasiswa memegang peran an penting dalam estafeta kepemimpinan bangsa ini. Coba kita tengok, siapa yang menggulingkan rezim Orde Baru? Ya, tentu jawabaannya adalah para mahasiswa. Dan pahlawan reformasi, pejabat-pejabat yang saat ini sedang duduk di puncak pemerintahan bangsa ini, siapakah mereka dulunya? Ya, sekali lagi mereka dulunya adalah para mahasiswa. It...